Hati Hati, Bengkak Di beberapa Tubuh bisa Jadi Gejala gagal jantung!

Melayu post – Kebocoran air dari jaringan tubuh ke dalam aliran darah, disebut sebagai retensi air atau edema. Pada orang dewasa yang sehat, sistem limfatik melakukan fungsi penting untuk menguras cairan dari jaringan tubuh, melalui jaringan tubular yang menyebar ke seluruh tubuh. Namun, ketika sistem limfatik gagal mengeluarkan air dengan benar,  air naik ke jaringan tubuh, sehingga menyebabkan edema. Kumpulan air ini biasa diamati di ekstremitas bagian tubuh dan daerah perut. Ada dua jenis edema: edema lokal dan edema umum, dimana yang pertama sesuai dengan pembengkakan yang terjadi di daerah tertentu di tubuh, sementara yang kedua berhubungan dengan pembengkakan yang terjadi di seluruh tubuh.

Bilik jantung yang tepat bertanggung jawab untuk menerima darah dari berbagai bagian tubuh, melalui vena kava superior dan inferior dan kemudian memompanya ke paru-paru untuk oksigenasi melalui arteri pulmonalis. Selain itu, ruang kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru dan melalui vena pulmonalis memompanya ke berbagai bagian tubuh. Setiap kerusakan di bilik ini, menyebabkan pemompaan darah tidak efektif dan tubuh merespons dengan mempertahankan cairan tubuh untuk meningkatkan volume darah. Kegagalan bilik kanan menyebabkan pembengkakan pada perut dan kaki, sedangkan kegagalan jantung kiri menyebabkan sesak napas dan edema paru.

Selain kegagalan jantung, ada beberapa penyebab lain yang juga mengakibatkan retensi air. Faktor-faktor seperti kekurangan asam lemak esensial, kekurangan nutrisi, kurang olahraga, penyakit hati atau tiroid, alergi makanan, efek samping obat, dll. Juga dapat menyebabkan retensi air di berbagai bagian tubuh. Konsumsi buah dan sayuran kaya air membantu menjaga kondisi retensi air di teluk. Setelah berkonsultasi ahli kesehatan kesehatan, seseorang mungkin akan disarankan untuk mengkonsumsi suplemen untuk mencegah retensi air. Baca juga: http://www.melayupost.info/2016/11/punca-dan-cara-atasi-kaki-bengkak.html