Imbangi Aktivitas Online dan Offline-nya Bagian 2

Dorong untuk Aktif

sat-jakarta.com – Bergerak Ciptakan permainan, misal dengan meminta si Kecil berlari untuk mengambil bola merah di sudut ruangan dan memasukkannya ke dalam keranjang di sudut ruangan lainnya. Selanjutnya, minta ia mengambil bola kuning, merah, dan sebagainya. Kegiatan fun ini selain membuat si Kecil belajar tentang warna, juga baik untuk stimulasi sensori motorik serta kognisinya.

Contoh lain tentang kesimbangan aktivitas online dan o­ ine ini; bila Bunda khawatir media digital dapat menurunkan minat baca si Kecil, maka kita harus menyediakan banyak buku bacaan yang menarik, sekaligus menyediakan waktu untuk membaca buku bersama-sama. Dengan begitulah, minat baca si Kecil akan tumbuh. Sesuaikan buku dengan minat dan kesukaan si Kecil. Jika si Kecil lebih gandrung pada buku yang kaya gambar namun minim teks, biarkan saja.

Pada akhirnya bila sudah besar nanti, ia akan menemukan sendiri cara untuk menggemari bacaan yang sarat teks seperti cerpen. Atau meski eranya sudah digital, jangan biasakan si Kecil mengetik terus. Mengetik memang lebih cepat ketimbang menulis tangan karena kecepatan mengetik mampu menandingi kecepatan kerja otak.

Namun si Kecil harus tetap memiliki keterampilan menulis tangan. Sediakan buku harian untuk ia gunakan sebagai wadah “curhat” sekaligus untuk melatih keterampilan tangannya dalam menulis. Contoh lain integrasi yang baik antara kegiatan online dan o­ ine itu program parenting edukatif StimuLearn TM. Di sini si Kecil bisa bermain Story House, Pearl Beach, Magic Market, Mr SkyLab dan Forgotten Castle.

Semua ini bisa dilakukan bersama Bunda. Pada program parenting edukatif model interaktif seperti ini, si Kecil bisa mendapat dua kegiatan sekaligus, online dan o­ ine pada satu kegiatan. Lakukan Bersama Memang akan dibutuhkan investasi waktu, tenaga, hati, untuk melakukan real activity ini.

Namun perlu Bunda ketahui, berbagai kegiatan nyata yang Bunda lakukan bersama si Kecil akan semakin melekatkan hubungan dengannya. Kala Bunda berhasil menciptakan saat-saat yang menyenangkan, perhatian si Kecil akan “tercuri”. Si Kecil tahu bahwa bersama Bundanya ia bisa melakukan hal yang mengasyikkan.