Imbangi Aktivitas Online dan Offline-nya

pascal-edu.com – Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, zaman sekarang adalah zaman digital. Pencarian informasi lewat buku dan media cetak lainnya (printed media), secara perlahan mulai ditinggalkan. Orangtua kini akrab dengan media baru yang lebih hidup, cepat, akurat, dan dapat diakses di mana saja, seperti internet, electronic book, dan media digital lainnya. Untuk mencari informasi tentang stimulasi tumbuh kembang si Kecil, Bunda tinggal menelusuri dunia maya dan men-download secara gratis App yang dibutuhkan.

Namun, perlu dipahami, teknologi digital ini bisa menjadi bumerang bila tidak digunakan secara bijak. Saat ini, banyak orangtua yang keliru menerapkan pendidikan lewat digital. Supaya seharian bisa tenang, si Kecil diberikan gadget. Dengan si Kecil asyik main gadget, orangtua bisa nyaman tanpa diganggu kerewelannya. Ini tentu bukan suatu tindakan yang bijak karena sebenarnya ada begitu banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan.

Bunda perlu tahu, Di Indonesia, prevalensi kegemukan pada si Kecil usia 5—12 tahun masih tinggi, yaitu kategori gemuk sebanyak 10,8% dan obesitas 8,8%. Disinyalir salah satu penyumbang kegemukan pada si Kecil adalah hadirnya gadget dalam keseharian mereka. Si Kecil usia 8—18 tahun, rata-rata menghabiskan waktu 7,5 jam per hari untuk menikmati media elektronik, termasuk televisi, komputer, video game, ponsel, dan menonton ­film.

Hal ini membuat mereka menjadi semakin jauh dari akivitas fisik dan memilih untuk makan serta menikmati camilan sambil menikmati televisi atau bermain gadget. Kondisi ini bisa menyebabkan si Kecil mengalami kegemukan. Kadang ada juga si Kecil yang makan terburu-buru karena tidak ingin meninggalkan permainan, sehingga hal ini dapat menyebabkan si Kecil menjadi kurang gizi. Jadi apa yang perlu dilakukan?

Meski stimulasi digital merupakan alat bantu yang efektif dan menyenangkan, Bunda tetap perlu mengembangkan aktivitas nyata bagi si Kecil. Contoh, Si Kecil bermain mencocokkan warna di sebuah App. Dampingi ia. Bunda perlu menginformasikan, apa yang harus si Kecil telusuri dan bagaimana cara menelusurinya. Setelah selesai, ajak si Kecil mengeksplorasi lebih jauh tentang warna-warna tersebut dengan aktivitas nyata.