Tiongkok Dihadang Tantangan Berat Dalam Membuat Kapal Peti Kemas Raksasa

Mimpi perusahaan pelayaran asal Tiongkok, Cosco, untuk membangun kapal peti kemas raksasa berukuran 25.000 TEUS (atau sekitar lima kali lebih besar dari kapal terbesar yang pernah singgah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya) menghadapi tantangan dari sisi komersial. Banyak pihak merasa skeptis terhadap ide kapal ultra besar tersebut. Karena kapal sebesar itu akan sangat bergantung pada volume logistik rute perdagangan jarak jauh westbound Asia-Eropa.

Serta seberapa luas dan terintegrasinya jaringan rantai pasok yang berkembang di hinterland rute tersebut. Perdebatan terjadi. Institut Riset Kapal dan Pelayaran Shanghai (SSRI) yang sebelumnya telah mendesain beberapa kapal 20.000 TEUs untuk konglomerat Tiongkok yang dipimpin Capt. Xu Lirong, menyebutkan bahwa pembangunan kapalkapal ultra besar merupakan ‘strategi penting’ karena bisa mendukung penyediaan peralatan penting untuk mendukung ambisi Tiongkok mewujudkan One Belt One Road (OBOR). Di sisi lain, bukan kemampuan teknologi yang dikhawatirkan. Namun lagi-lagi yaitu sisi komersialnya. Apalagi kini pola perdagangan dunia sedang menurun seperti yang dirasakan pada perselisihan perdagangan bebas AS dan Tiongkok.

Hal ini tentunya menyebabkan turunnya volume logistik, maka timbulah skeptisme apakah kapal perlu dibangun lebih besar. Sebagai contoh ialah CMA CGM yang memilih membangun kapal berukuran 15.500 TEUs di Tiongkok. Alih-alih mereka membangun kapal berukuran 20.000 TEUs. Pada bidang dirgantara, Airbus juga telah mengumumkan akan menghentikan produksi pesawat berbadan besar A380. Inilah yang orang-orang menyebutnya dengan ‘pesanan yang merefleksikan perubahan tren, yang membuat perubahan tersebut adalah memang pasarnya, bukan proyeksi pasar yang digadang-gadang akan terus membesar seiring pertambahan jumlah manusia di bumi. Jadi kunci perlu tidaknya kapal ultrabesar ialah seberapa berkembang rute pelayaran utama antarbenua dan integrasi rantai pasoknya. Faktor penting berikutnya adalah konsolidasi para operator pelayaran dan aliansinya, berbagi data antarpelabuhan dan industri terkait, dan tentunya sebarapa mau pemilik barang membayar upaya lebih yang dilakukan itu.

Menggunakan Genset Yang Super Besar

Rencananya kapal peti kemas yang sedang dirancang Tiongkok ini didalamnya menggunakan genset yan super besar jumlahnya lebih dari satu unit. Genset diesel untuk kapal ini digadang-gadang sanggup memberikan suplai listrik yang sangat lama sehingga selama berlayar kapal tidak kehilangan listrik.

Membahas mengenai mesin genset, kira-kira berapa harga mesin jumbo yang satu ini? Berdasarkan informai yang saya peroleh, harga genset perkins 10 kva di palembang antara 70 juta hingga 80 jutaan khusus untuk tipe silent.